Bata Ringan Pulau Sumatra

PENTINGNYA BATA RINGAN DI PULAU SUMATRA

Pulau Sumatra adalah pulau terbesar ke 3 di Indonesia setelah pulau Kalimantan dan terbesar ke 6 di dunia setelah pulau Baffin yang terletak di Negara Kanada. dengan luas wilayahnya sebesar 473.481 km2 dan memiliki 10 provinsi didalamnya. Pulau Sumatra juga dijuluki sebagai Pulau Andalas dan Pulau Swarnadwipa (Berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya “Pulau Emas”). Ada beberapa pendapat tentang alasan Pulau Sumatra dijuluki sebagai Pulau Andalas. Diantaranya yaitu ada yang mengatakan hal ini karena banyaknya pohon andalas yang tumbuh di Pulau Sumatra. Namun pendapat lain ada juga yang mengatakan bahwa julukan ini diberikan karena bentuk dari pulau Sumatra menyerupai pohon Andalas. Sedangkan arti julukan Pulau Swarna Dwipa yaitu Pulau Emas. Hal ini karena di Pulau Sumatra beberapa wilayahnya merupakan penghasil emas terbesar. Pulau Sumatra memiliki beberapa batas baik di darat maupun di laut. Di Pulau Sumatra juga terdapat beberapa Gunung Besar yang statusnya juga masih terus aktif hingga saat ini. Diantaranya yaitu gunung krakatau dan anak krakatau yang berada di Provinsi Lampung.  Gunung ini tercatat sebagai gunung yang masih terus aktif hingga saat ini dan beberapa waktu terakhir ini di Lampung dan Banten terjadi tsunami yang cukup dahsyat hingga dapat menghancurkan banyak pemukiman di pinggir pantai dan juga menelan banyak korban jiwa.

            Masih belum jelas penyebab tsunami itu terjadi, karena banyak berita yang masih simpang siur kebenarannya. Ada yang mengatakan bahwa kejadian ini terjadi akibat erupsi yang ditimbulkn oleha aktivitas gunung anak krakatau. Ada juga yang mengatakan bahwa kejadian ini disebabkan oleh longsor bawah laut yang pada akhirnya menyebabkan tsunami. Dengan kejadian ini bertambah lagi jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia. Sepanjang 2018 ini banyak terjadi bencana alam di beberapa daerah di Indonesia seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, likuifaksi, bahkan tsunami yang dampaknya cukup meresahkan rakyat Indonesia yang menjadi korban dari bencana tersebut. Dampak yang dirasakan bukan hanya dari segi finansial namun juga dari segi mental. Karena banyak warga yang bukan hanya kehilangan harta, namun juga kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Sehingga mereka harus meninggalkan kampung halamannya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman karena pada kampung halaman mereka masih banyak peringatan bencana susulan. Banyak relawan yang datang untuk membantu menyembuhkan luka yang diderita oleh korban yang masih selamat dan juga membantu memberikan bantuan berupa sandang dan pangan.

            Pasca terjadinya bencana, setelah berminggu minggu tinggal dalam tenda pengungsian, sebagian besar warga dengan sisa harta dan keluarganya yang masih dimiliki, bertekad untuk kembali menjalani kehidupan yang normal seperti sedia kala tentunya setelah Bmkg setempat memberikan pernyataan situasi sudah cukup aman untuk para pengungsi kembali ke kampung halamannya untuk menempati tempat tinggal yang dulunya selalu menjadi tempat beristirahat setelah melakukan aktivitas sehari hari dan berkumpul bercengkrama bersama keluarga. Namun saat ini yang menjadi keresahan dan kendala yaitu sebagian besar tempat tinggal mereka banyak yang hancur bahkan hilang saat bencana terjadi. Apalagi saat terjadi tsunami beberapa waktu yang lalu di Lampung dan Banten, di salah satu tepi pantai sedang ada kegiatan gathering dari sebuah perusahaan milik negara yang pastinya sebagian besar anggota acara mengajak keluarganya untuk ikut menikmati fasilitas dan hiburan yang diberikan oleh perusahaan. Terutama menikmati beberapa konser dari band dan artis tanah air. Namun tidak ada yang menyangka bahwa di tengah acara akan terjadi tsunami hingga menghancurkan panggung yang ada beserta dengan semua fasilitas penunjangnya. Dan akhirnya koraban jiwa pun tidak dapat dihindarkan. Segelintir orang yang selamat karena mereka berlindung pada bangunan yang lebih tinggi dan mereka sempat untuk menyelamatkan diri. Banyak pemukiman yang roboh dan hancur, bahkan hampir rata dengan tanah. Tidak ada lagi harta yang tersisa selain keluarga yang masih hidup dan memiliki tekad yang sama untuk terus melanjutkan hidup dan mulai membangun rumahnya mulai dari awal lagi. Terkecuali untuk pendatang yang diundang secara langsung untuk mengisi acara, beberapa yang masih selamat kembali ke kampung halaman masing masing dengan menyisakan rasa trauma yang besar.

            Mereka yang bertempat tinggal di sekitar pantai, mungkin saat ini berfikir berulang kali untuk kembali membangun hunian di tepi pabntai karena dampak dari bencana ini mereka menjadi kehilangan tempat tinggal bahkan anggota keluarganya. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimbun reruntuhan dari bangunan. Tetapi ada beberapa bangunan yang tetap kokoh meskipun ada sedikit kerusakan di beberapa sudut bangunannya. Hal ini dikarenakan sebagian besar dari bangunan tersebut sudah didukung oleh material berbobot ringan namun memiliki struktur kuat yang dapat meminimalisir kerusakan saat terjadi gempa. Sehingga kondisi bangunan yang tidak sesuai untuk daerah rawan gempa menjadi salah satu penyebab runtuhnya bangunan. Maka dari itu, kita wajib mengantisipasi resiko akibat gempa. Salah satunya yaitu dengan membuat bangunan yang tahan gempa untuk meminimalisir kerusakan dan melindungi orang-orang yang berada di dalamnya. hal yang perlu dilakukan yaitu mengganti material bangunan biasa menjadi material yang lebih tahan gerhadap gempa seperti material yang digunakan pada dinding rumah. Pemilihan material bangunan yang tahan gempa menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan sebelum merenovasi ataupun membangun rumah. Lalu material seperti apakah yang harus digunakan? Tentunya material yang berkualitas dan juga sudah teruji kekuatannya sehingga dapat membuat bangunan menjadi lebih tahan lama. Untuk struktur rumah yang berkualitas material yang perlu digunakan yaitu material yang memiliki bobot yang ringan namun memiliki kuat tekan yang baik.

            Salah satu material yang dapat digunakan untuk material dinding yang berkualitas dan tentunya sudah memenuhi Standard Nasional Indonesia dalam material untuk bangunan yang lebih tahan gempa yaitu Bata Ringan. Bata ringan sebagai pengganti bata merah  bukan berarti bata merah sudah tidak bisa digunakan lagi. Namun bata ringan memiliki banyak kelebihan yang lebih signifikan dibandingkan dengan bata merah. Selain itu dari segi pembuatannya bata merah dan bata ringan sangat berbeda. Bata merah masih dibuat dengan teknologi tradisional, sedangkan bata ringan sudah dibuat dengan teknologi modern dan sistem pengeringannya pun menggunakan mesin oven pengering pabrik dengan teknologi autoclaved terbaik. Dibandingkan dengan bata merah yang masih dikeringkan dengan bantuan sinar matahari. Bata Ringan dibuat dengan teknologi AAC (Autoclaved Aerated Concrete) terbaik yang mana saat proses pembuatannya yaitu menambahkan gelembung udara kedalam mortar sehingga akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Hal inilah yang menjadikan berat bata ringan 3x lebih ringan namun tetap memiliki kuat tekan yang baik. Sehingga mampu mengurangi massa bangunan atau beban struktur bangunan yang pada akhirnya memberikan ketahanan terhadap guncangan gempa secara lebih baik. Proyek kontraktor berskala besar banyak yang memilih bata ringan sebagai bahan material untuk pembuatan dindingnya terutama gedung – gedung pencakar langit. Hal ini karena bata ringan memiliki struktur yang ringan namun dengan kuat tekan yang lebih baik sehingga sangat sesuai dengan posisi gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.

Pemasangan bata ringan juga terbilang cukup praktis karena dalam pemasangannya hanya memerlukan semen instan atau yang biasa disebut dengan semen mortar sebagai perekatnya, yang mana jika menggunakan semen instan kita hanya perlu mencampurkan antara semen instan dengan air saja. Estimasi penghitungan bata ringan untuk ukuran standard bata dengan ketebalan 7,5 cm dengan luas dinding 13 m2 dapat diisi dengan 111 pcs bata ringan. Dalam artian semakin besar luasan yang akan dipasangi bata ringan maka semakin banyak juga bata ringan yang dibutuhkan untuk mengisi luasan tersebut. Untuk ukuran bata 10x60x20 membutuhkan sebanyak 1zak perekat, 4zak plester dan 1 acian. Dan biasanya ketebalan semen mortar yang digunakan untuk bata ringan rata rata 3mm. Hal ini juga dapat meminimalisir biaya pembelian pasir yang diperlukan jika kita menggunakan bata merah yang memerlukan campuran antara semen dan pasir untuk pemasangannya. Sehingga jika di kalkulasikan pemasangan bata ringan sangat menguntungkan dan dapat menghemat dari segi waktu maupun biayanya. Hal inilah yang menjadi faktor pertimbangan bagi customer yang sudah memilih bata ringan sebagai bahan material untuk bangunan miliknya.

Untuk mendapatkan bata ringan saat ini tidak sesulit saat bata ringan baru pertama diproduksi, karena saat ini PT. Tiga Mitra Surabaya selaku Distributor bata ringan yang sudah terpercaya di Indonesia menyediakan kebutuhan bata ringan untuk berbagai skala. Kami menyediakan berbagai merk Bata Ringan dengan kualitas terbaik. Diantaranya yaitu Citicon, Grand Elephant, Bricon, Gracon, Focon, ICC, Priority One, Optima, dan lain-lain. Untuk masalah harga anda tidak perlu khawatir karena PT Tiga Mitra surabaya terpercaya memberikan harga yang terbaik dan tentunya dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi. Kami melayani pengiriman untuk ke seluruh wilayah di Indonesia. Untuk pengirimannya kami menggunakan muatan Tronton dan Colt Diesel. Untuk info dan pemesanan anda dapat menghubungi Hotline kami ataupun datang langsung ke kantor kami di :

PT. Tiga Mitra Surabaya
Jl. Raya Klakahrejo, Ruko TCBD-TR. 1/11 Benowo – Surabaya 60198.
Atau order secara online melalui :
Telp     : (031) 51160405
HP/WA : 081231313222 – 085100398222 – 087852574222
Email   : customerservice@tigamitra.com

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *