Bata Ringan Pulau Papua

APA PENTINGNYA BATA RINGAN DI PULAU PAPUA ?

Papua adalah salah satu pulau yang terletak di bagian paling timur Indonesia. Dengan luas sekitar 808.105 Km2 , pulau Papua menjadi pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland dan menjadi pulau terbesar di Indonesia. Sebagian besar wilayah Papua merupakan daratan yang 60% wilayahnya masih berupa hutan belantara.  Karena masih banyak wilayah di pulau Papua yang masih berupa hutan belantara, maka sebagian besar penduduk yang ada di pulau Papua ini masih merupakan penduduk asli yang tinggal di daerah pedalaman. Sebagian masyarakat luar daerah pasti banyak yang beranggapan bahwa di Papua hampir semua penduduknya adalah suku asli. Hal ini sangat tidak bisa dibenarkan, karena saat ini di Kota Jayapura yang merupakan Ibukota Provinsi Papua sudah banyak aktivitas yang dilakukan seperti di kota – kota besar lainnya. Bangunan gedung dan perkantoran sudah banyak dibangun juga. Sebagai pusat kota, saat ini Jayapura memiliki jumlah penduduk yang cukup besar jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Teknologi canggih dan fasilitas umum pun sudah mulai banyak diterapkan di Papua. Bahkan penduduk yang dulunya memilih tinggal di pedalaman, sudah mulai banyak yang bertransmigrasi ke perkotaan dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu di perkotaan lebih mudah mendapatkan akses untuk berkomunikasi, akses untuk fasilitas umum serta akses untuk perbelanjaan sehari – hari. Mall, hotel, restoran cepat saji, bahkan fasilitas umum modern yang lainnya sudah banyak hadir di Papua. Meskipun belum sebanyak yang ada di kota besar lainnya, namun perkembangan pulau Papua saat ini bisa dibilang sudah sangat pesat dan akan semakin berkembang dari tahun ke tahun.

            Jika banyak yang bilang di Papua hanya ada hutan belantara, penduduknya hidup berdasarkan suku dengan memakai pakaian dan menghuni rumah adat asli Papua, hal ini sepertinya hanyalah mitos. Karena kecanggihan jaman dan upaya dari pemerintah Indonesia yang secara bertahap terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung konektivitas, ketahanan pangan dan air, dan perumahan permukiman, bahkan beberapa diantaranya menjadi prioritas nasional. Hal ini menandakan bahwa pembangunan di Papua sudah menjadi agenda yang akan terus direalisasikan oleh pemerintah Indonesia. Pembangunan perumahan pastinya akan menjadi salah satu potensi besar yang akan terus dijalankan oleh pemerintah maupun warga sekitar. Mengapa perumahan? Karena banyaknya penduduk yang bertransmigrasi ke perkotaan untuk mencari kehidupan yang lebih baik dari segi mata pencaharian, sandang pangan, serta tempat tinggal. Karena di Indonesia sudah ditetapkan aturan Standar Nasional Indonesia dalam pembangunan rumah, kantor maupun gedung gedung tinggi. Tujuan dari perancangan bangunan tahan gempa adalah merancang bangunan yang mempunyai daya tahan terhadap gempa bumi. Tahan terhadap gempa bumi dalam arti bahwa bila bangunan terkena gempa bumi maka bangunan tidak akan mengalami kehancuran secara struktural yang dapat meruntuhkan bangunan. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa terdapat prinsip-prinsip yang menjadi dasar untuk didirikannya suatu bangunan.

Prinsip tersebut yakni, pada konfigurasi bentuk bangunan, pemilihan material bangunan yang ringan, sistem konstruksi penahan beban, dan ketahanan bangunan terhadap kebakaran. Konfigurasi bentuk bangunan yang dimaksud yakni wujut secara mendatar(horizontal) maupun keatas (vertikal) bangunan harus diletakan sesimetris mungkin terhadap pusat massa dari bangunan tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemusatan gaya gempa pada titik-titik tertentu pada struktur bangunan. Struktur bangunan simetris dapat menahan gaya gempa yang lebih baik daripada bangunan yang bentuknya tidak beraturan. Ini disebabkan karena gaya gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke semua elemen struktur. Semakin ringan bobot bangunan, maka gaya gempa yang diterima bangunan akan jauh berkurang. Hal ini terjadi karena besarnya gaya gempa yang diterima suatu bangunan tergantung dari besarnya percepatan gempa dan berat total dari bangunan itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa semakin berat suatu bangunan maka semakin besar pula gaya gempa yang akan terjadi pada bangunan tersebut. Untuk menghindari bobot bangunan yang besar maka dari itu diperlukannya pemilihan material bangunan yang ringan. Material bangunan yang memiliki bobot ringan dapat diaplikasikan pada bagian dinding, rangka atap serta struktur lantai pada bangunan bertingkat. Untuk material dinding dapat diganti dengan material dari bata ringan yang memiliki bobot 3x lebih ringan tetapi tetap memiliki kuat tekan yang baik.

Jika menggunakan bata ringan sebagai salah satu bahan material bangunan tentunya dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemilik bangunan, dari segi biaya jika semakin banyak bata yang dibutuhkan maka akan semakin sedikit biaya yang dikeluarkan. Begitupun dengan biaya pengerjaan, karena pengerjaan bata ringan cukup cepat, maka biaya yang dikeluarkan untuk tukang juga bisa lebih diminimalisir. Pemasangan bata ringan juga terbilang cukup praktis karena dalam pemasangannya hanya memerlukan semen instan atau yang biasa disebut dengan semen mortar sebagai perekatnya, yang mana jika menggunakan semen instan kita hanya perlu mencampurkan antara semen instan dengan air saja. Hal ini juga dapat meminimalisir biaya pembelian pasir yang diperlukan jika kita menggunakan bata merah yang memerlukan campuran antara semen dan pasir untuk pemasangannya. Sehingga jika di kalkulasikan pemasangan bata ringan sangat menguntungkan dan dapat menghemat dari segi waktu maupun biayanya. Hal inilah yang menjadi faktor pertimbangan bagi customer yang sudah memilih bata ringan sebagai bahan material untuk bangunan miliknya. Bata ringan pada umumnya memiliki ukuran Panjang= 60cm, Lebar= 20cm, Tinggi= 10cm dan memiliki ketebalan umum 7,5 s/d 10 cm. Kebutuhan bata dalam setiap bangunan tentunya berbeda-beda tergantung dari luas dinding dari bangunan tersebut. Dalam penggunaannya, bata ringan citicon memerlukan perekat khusus yang disebut dengan semen mortar. Semen mortar adalah semen instan yang dalam penggunaannya kita hanya perlu mencampurkan antara semen mortar dan air. Menggunakan semen mortar sebagai perekat bata ringan tentunya memiliki banyak keuntungan. Salah satunya yaitu lebih praktis dan hemat karena dalam penggunaannya kita bisa menghitung terlebih dahulu seberapa banyak semen yang dibutuhkan per m3. Untuk ukuran bata 10x60x20 membutuhkan sebanyak 1zak perekat, 4zak plester dan 1 acian. Dan biasanya ketebalan semen mortar yang digunakan untuk bata ringan rata rata 3mm.

Estimasi penghitungan bata ringan untuk ukuran standard bata dengan ketebalan 7,5 cm dengan luas dinding 13 m2 dapat diisi dengan 111 pcs bata ringan. Dalam artian semakin besar luasan yang akan dipasangi bata ringan maka semakin banyak juga bata ringan yang dibutuhkan untuk mengisi luasan tersebut. Untuk penghitungan estimasi kebutuhan bata ringan, anda tidak perlu khawatir karena Customer Service kami dapat membantunya, karena kami PT. Tiga Mitra Surabaya sebagai salah satu distributor bata ringan terpercaya di Indonesia, menyediakan berbagai merk Bata Ringan dengan kualitas terbaik. Diantaranya yaitu Citicon, Grand Elephant, Bricon, Gracon, Focon, ICC, Priority One, Optima, dan lain-lain. Kami juga melayani pengiriman bata ringan ke luar pulau dan seluruh Indonesia termasuk pulau Papua tentunya dengan harga yang bersahabat. Untuk pengirimannya kami menggunakan muatan Tronton dan Colt Diesel. Untuk info dan pemesanan anda dapat menghubungi Hotline kami ataupun datang langsung ke kantor kami di :

at dan akan semakin berkembang dari tahun ke tahun.

            Jika banyak yang bilang di Papua hanya ada hutan belantara, penduduknya hidup berdasarkan suku dengan memakai pakaian dan menghuni rumah adat asli Papua, hal ini sepertinya hanyalah mitos. Karena kecanggihan jaman dan upaya dari pemerintah Indonesia yang secara bertahap terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung konektivitas, ketahanan pangan dan air, dan perumahan permukiman, bahkan beberapa diantaranya menjadi prioritas nasional. Hal ini menandakan bahwa pembangunan di Papua sudah menjadi agenda yang akan terus direalisasikan oleh pemerintah Indonesia. Pembangunan perumahan pastinya akan menjadi salah satu potensi besar yang akan terus dijalankan oleh pemerintah maupun warga sekitar. Mengapa perumahan? Karena banyaknya penduduk yang bertransmigrasi ke perkotaan untuk mencari kehidupan yang lebih baik dari segi mata pencaharian, sandang pangan, serta tempat tinggal. Karena di Indonesia sudah ditetapkan aturan Standar Nasional Indonesia dalam pembangunan rumah, kantor maupun gedung gedung tinggi. Tujuan dari perancangan bangunan tahan gempa adalah merancang bangunan yang mempunyai daya tahan terhadap gempa bumi. Tahan terhadap gempa bumi dalam arti bahwa bila bangunan terkena gempa bumi maka bangunan tidak akan mengalami kehancuran secara struktural yang dapat meruntuhkan bangunan. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa terdapat prinsip-prinsip yang menjadi dasar untuk didirikannya suatu bangunan.

Prinsip tersebut yakni, pada konfigurasi bentuk bangunan, pemilihan material bangunan yang ringan, sistem konstruksi penahan beban, dan ketahanan bangunan terhadap kebakaran. Konfigurasi bentuk bangunan yang dimaksud yakni wujut secara mendatar(horizontal) maupun keatas (vertikal) bangunan harus diletakan sesimetris mungkin terhadap pusat massa dari bangunan tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemusatan gaya gempa pada titik-titik tertentu pada struktur bangunan. Struktur bangunan simetris dapat menahan gaya gempa yang lebih baik daripada bangunan yang bentuknya tidak beraturan. Ini disebabkan karena gaya gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke semua elemen struktur. Semakin ringan bobot bangunan, maka gaya gempa yang diterima bangunan akan jauh berkurang. Hal ini terjadi karena besarnya gaya gempa yang diterima suatu bangunan tergantung dari besarnya percepatan gempa dan berat total dari bangunan itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa semakin berat suatu bangunan maka semakin besar pula gaya gempa yang akan terjadi pada bangunan tersebut. Untuk menghindari bobot bangunan yang besar maka dari itu diperlukannya pemilihan material bangunan yang ringan. Material bangunan yang memiliki bobot ringan dapat diaplikasikan pada bagian dinding, rangka atap serta struktur lantai pada bangunan bertingkat. Untuk material dinding dapat diganti dengan material dari bata ringan yang memiliki bobot 3x lebih ringan tetapi tetap memiliki kuat tekan yang baik.

Jika menggunakan bata ringan sebagai salah satu bahan material bangunan tentunya dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemilik bangunan, dari segi biaya jika semakin banyak bata yang dibutuhkan maka akan semakin sedikit biaya yang dikeluarkan. Begitupun dengan biaya pengerjaan, karena pengerjaan bata ringan cukup cepat, maka biaya yang dikeluarkan untuk tukang juga bisa lebih diminimalisir. Pemasangan bata ringan juga terbilang cukup praktis karena dalam pemasangannya hanya memerlukan semen instan atau yang biasa disebut dengan semen mortar sebagai perekatnya, yang mana jika menggunakan semen instan kita hanya perlu mencampurkan antara semen instan dengan air saja. Hal ini juga dapat meminimalisir biaya pembelian pasir yang diperlukan jika kita menggunakan bata merah yang memerlukan campuran antara semen dan pasir untuk pemasangannya. Sehingga jika di kalkulasikan pemasangan bata ringan sangat menguntungkan dan dapat menghemat dari segi waktu maupun biayanya. Hal inilah yang menjadi faktor pertimbangan bagi customer yang sudah memilih bata ringan sebagai bahan material untuk bangunan miliknya. Bata ringan pada umumnya memiliki ukuran Panjang= 60cm, Lebar= 20cm, Tinggi= 10cm dan memiliki ketebalan umum 7,5 s/d 10 cm. Kebutuhan bata dalam setiap bangunan tentunya berbeda-beda tergantung dari luas dinding dari bangunan tersebut. Dalam penggunaannya, bata ringan citicon memerlukan perekat khusus yang disebut dengan semen mortar. Semen mortar adalah semen instan yang dalam penggunaannya kita hanya perlu mencampurkan antara semen mortar dan air. Menggunakan semen mortar sebagai perekat bata ringan tentunya memiliki banyak keuntungan. Salah satunya yaitu lebih praktis dan hemat karena dalam penggunaannya kita bisa menghitung terlebih dahulu seberapa banyak semen yang dibutuhkan per m3. Untuk ukuran bata 10x60x20 membutuhkan sebanyak 1zak perekat, 4zak plester dan 1 acian. Dan biasanya ketebalan semen mortar yang digunakan untuk bata ringan rata rata 3mm.

Estimasi penghitungan bata ringan untuk ukuran standard bata dengan ketebalan 7,5 cm dengan luas dinding 13 m2 dapat diisi dengan 111 pcs bata ringan. Dalam artian semakin besar luasan yang akan dipasangi bata ringan maka semakin banyak juga bata ringan yang dibutuhkan untuk mengisi luasan tersebut. Untuk penghitungan estimasi kebutuhan bata ringan, anda tidak perlu khawatir karena Customer Service kami dapat membantunya, karena kami PT. Tiga Mitra Surabaya sebagai salah satu distributor bata ringan terpercaya di Indonesia, menyediakan berbagai merk Bata Ringan dengan kualitas terbaik. Diantaranya yaitu Citicon, Grand Elephant, Bricon, Gracon, Focon, ICC, Priority One, Optima, dan lain-lain. Kami juga melayani pengiriman bata ringan ke luar pulau dan seluruh Indonesia termasuk pulau Papua tentunya dengan harga yang bersahabat. Untuk pengirimannya kami menggunakan muatan Tronton dan Colt Diesel. Untuk info dan pemesanan anda dapat menghubungi Hotline kami ataupun datang langsung ke kantor kami di :

PT. Tiga Mitra Surabaya
Jl. Raya Klakahrejo, Ruko TCBD-TR. 1/11 Benowo – Surabaya 60198.
Atau order secara online melalui :
Telp     : (031) 51160405
HP/WA : 081231313222 – 085100398222 – 087852574222
Email   : customerservice@tigamitra.com

About the Author

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *